Online

Ya, , , , , , ,kami merupakan blog online, kami juga bergerak di bidang berita dan toko online, , , , , silakan kunjungi IKLAN KAMI, terima kasih

Kerja sama Tim

Kerja sama tim merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan ini. Kami juga sering mengalami perbedaan pendapat dalam mengatur blog ini, tapi selalu ada jalan keluar yang kami temukan. Itu semua untuk memperbaiki kekurangan Blog kami.

Batu Permata

Ibarat Batu Pertama, kami ingin blog kami indah dan d gemari oleh semua kalangan.

Sexy Porn

Tak dapat dipungkiri, kami juga manusia biasa yag masih mempunyai nafsu. Tak jarang kami juga memposting hal-hal yang berbau S*x ataupun po*no

Minggu, 18 Maret 2012

Cerita Seks Phone Sex yang bikin memek puas

Cerita seks bakalan tersaji disini dengan apik. Nah cerita sex terbaru tentang phone sex ini akan aku coba hadirkan buat kamu semua. Met baca aja oke . Cerita seks ini khusus dewasa dan umurnya 17 tahun. atau abg. Aku memasuki kamarku dan langsung kukunci dari dalam, kulepas T Shirt tanpa lengan yang kupakai dan kulemparkan begitu saja di tempat tidur. Payudaraku yang ranum berwarna sedikit merah muda di puting dan sekitarnya tampak menggairahkan. Aku memang sejak kecil tidak suka memakai bra hingga kini aku jadi tidak memiliki BH barang satupun, hingga begitu T Shirt kutanggalkan maka payudaraku pun langsung mencuat, ukurannya memang sedang-sedang saja namun bentuknya padat dan menggairahkan hingga dapat membuat setiap lelaki menelan ludah bila memandangnya, apa lagi ditunjang postur tubuhku yang sexy dengan tinggi 170 centimeter, yang cukup tinggi untuk ukuran seorang wanita.

Kuperosotkan dan kulepas hot pantsku yang mini model longgar di bagian bawah, hingga tampak jelas CD model G String warna merah yang saat ini kupakai. Bentuknya sangat mini dengan seutas tali nylon yang melilit di pinggangku dan ada ikatan di kiri dan kanan pinggangku yang ramping. Bulu-bulu halus kemaluanku tampak menyibak keluar dari sela sela secarik kain model segi tiga kecil yang tipis ukurannya, tidak lebih dari ukuran dua jari hanya mampu menutupi lubang vaginaku. Bentuk G String yang kupakai memang sangat sexy dan aku sangat suka memakainya, ditambah seutas tali nylon yang melingkar melewati selangkanganku tepat mengikuti belahan pantatku ke atas bagian belakang dan tersambung dengan tali nylon yang melingkar di pinggangku.

Dengan sekali tarik ikatan di kanan kiri pinggangku, maka tak sehelai benang pun kini menutupi tubuhku, CD kubiarkan tergeletak di lantai. Sambil telanjang bulat aku berjalan menuju lemari mengambil sebuah celana pendek mini yang longgar di bagian bawahnya yang terbuat dari bahan sutera tipis tembus pandang dan ada celah di bagian kiri dan kanannya dan tanpa kancing, hanya menggunakan karet elastis saja. Segera kukenakan sambil menyalakan komputer dan mengakses internet. Celana ini memang enak sekali dipakai di rumah saat tidur, dan aku biasa tidur dalam keadaan seperti ini, tanpa busana lainnya menutupi tubuhku, hanya ada celana pendek seperti yang kukenakan saat ini. Namun tak jarang juga aku tidur tanpa berbusana sama sekali dan langsung menyusup ke dalam selimut.

Seperti biasa, email yang masuk ke mail box-ku sangat banyak. Kubuka satu persatu, bagi pengirim yang belum pernah mengirim email kepadaku langsung kujawab emailnya dan kucantumkan persyaratanku bila ingin berkenalan dan mengobrol lebih lanjut denganku, sedangkan bagi yang sudah pernah kujawab emailnya namun tidak memenuhi persyaratanku tetapi tetap ngotot berkirim email ingin berkenalan lebih lanjut dan ber email ria, langsung saja kuhapus emailnya dengan tanpa memberikan reply. Demikian pula bagi yang mengirimkan pesan dengan menggunakan nomor HP-nya melalui SMS langsung saja kuhapus tanpa perlu membukanya terlebih dahulu. Aku malas membukanya karena membuang-buang waktu dan biaya, toh aku juga tidak bisa membalas pesannya kecuali dengan juga menggunakan SMS, untuk apa aku harus bersusah payah membuang-buang pulsa segala, pikirku.

Setelah selesai membuka dan membalas semua email yang masuk, kuputus akses dengan internet, namun komputerku tetap kunyalakan karena rencananya nanti selesai mandi aku akan mengaksesnya lagi, karena biasanya akan banyak lagi email yang masuk.

Kulepas celana yang kupakai dan aku memasuki kamar mandi yang ada dalam kamarku. Kunyalakan air hangat mengisi bathtub kamar mandiku. Sore ini aku ingin berendam sejenak sambil menghilangkan pegal-pegal yang ada di tubuhku. Kutorehkan bath foam secukupnya dalam air hingga berbusa. Saat aku menunggu penuhnya air, tiba-tiba handphoneku berbunyi.

Kalau kudengar dari deringnya, aku yakin ini datangnya dari salah seorang pembacaku, karena memang bagi pembaca yang sudah memenuhi persyaratanku, nomor handphonenya segera kumasukkan memory dan kukumpulkan dalam satu nada dering khusus. Kuambil hand phoneku yang tergolek di atas meja computer, dari layarnya tampil namanya Amin (nama samaran).



“Yaa..! Halloo..!”, sapaku setelah menekan tombol Yes.

“Hallo..! Hai Lia..! Apa kabar..? Lagi ngapain nich?”, sahut Amin dari seberang.

“Aku sedang mau mandi nich! Emangnya kenapa dan ada apa menelepon? Entar aja deh kamu telepon aku lagi ya, aku sudah telanjang bulat nich, sudah siap-siap mau berendam”, belum selesai aku berkata, Amin langsung memotong pembicaraanku..

“Eee.. Eeh! Tunggu dulu dong! Biar saja kamu berendam sambil tetap ngobrol denganku”, pinta Amin.

“Baiklah”, jawabku menyetujui sambil meraih hands free kemudian aku masuk kembali ke kamar mandi.

Hand phone kuletakkan di meja wastafel dan kabel hands free menjulur ke arah telingaku, aku pun akhirnya berendam sambil mengobrol dengan Amin menggunakan hands free.



“Lia! Aku sekarang juga berjalan ke kamar mandi, sekarang di kamar mandi aku melepaskan celana dan CD-ku, kondisiku sekarang juga sudah bugil nich!”, Amin mencoba menjelaskan keadaannya saat itu padaku.

“Emangnya gue pikirin, lagian ngapain kamu ikutan bugil di sana?”, ujarku.

“Lia! Aku ingin melakukan onani sambil ngobrol denganmu, kamu tidak keberatan kan? Please! Sekarang penisku sudah selesai kubasahi dan kuoles dengan shampoo, sekarang mulai kuusap-usap sambil mengocok-ngocoknya, kamu juga cerita dong apa yang kamu kerjakan saat ini sambil memberiku rangsangan”, pinta Amin lagi dengan memelas.

Mendengar penuturan Amin tadi, terus terang aku sempat membayangkan sejenak dan sedikit mulai terangsang hingga tanpa kusadari aku juga sudah mulai meremas-remas payudaraku. Karena aku memakai hands free, maka aku tetap masih bisa mengobrol dengan kedua tanganku tetap bebas bisa beraktifitas. Kuceritakan pada Amin kalau saat ini aku sedang meremas-remas kedua payudaraku yang juga sudah mulai mengeras, puting susuku mendongak ke atas dan mulai kujilati sendiri bergantian kiri kanan, aku merasakan ada aliran yang mengalir keluar dari liang senggamaku, pertanda aku sudah mengalami rangsangan hebat.

Sementara tangan kiriku tetap meremas-remas payudaraku, tangan kananku mulai turun ke bawah meraba dadaku, mengelus-elus sendiri pusarku, ke bawah lagi ke arah vaginaku sambil mengangkat kedua buah kakiku dan meletakkannya ke samping bathtub hingga posisiku sekarang terkangkang lebar hingga memudahkan tangan kananku mengelus bagian luar vaginaku yang sekitarnya ditumbuhi bulu-bulu halus. Jari-jariku turun sedikit mengusap-usap bibir vaginaku sambil menggesek-gesekkan klitorisku. Aku mulai melenguh menikmati fantasiku, gesekannya kubuat seirama mungkin sesuai dengan keinginanku. Tiba-tiba kudengar suara teriakan Amin dari seberang sana..

“Ooo.. Oocch! Liaa..! Aku orgasme nich!”, suaranya makin lirih, rupanya di seberang sana Amin sudah berhasil mencapai puncaknya, gila! Dia sepertinya sangat menikmati penuturanku melalui telepon sambil terus melakukan aktifitasnya sendiri, mendengar suara itu aku menjadi semakin terangsang saja jadinya, jari tengah dan jari manis tangan kananku mulai kumasukkan ke dalam liang vaginaku yang sudah semakin berlendir, sementara jari telunjuk kupakai menggesek-gesek klitorisku. Rasanya benar-benar membuat darahku mengalir ke atas kepalaku. Pertama agak sulit masuk, namun lama-lama setelah melalui beberapa kali gesekan, bibir vaginaku pun semakin merekah sehingga memudahkan jari-jariku masuk menembus liang vaginaku.

Kumainkan jari-jariku di dalam vagina, kuputar-putar di dalam hingga menyentuh dinding-dinding bagian dalam vaginaku, rasanya tidak kalah dengan batang kemaluan yang pernah masuk dan bersarang dalam liang vaginaku, bahkan lebih hidup rasanya karena bisa kukontrol sesuai dengan keinginanku. Kugaruk-garukkan lembut pada dinding dalam vaginaku, ada kalanya kusentuhkan pada tonjolan sebesar ibu jari yang ada dan tersembul di dalam vaginaku, nikmat sekali rasanya.

Aku juga sepertinya akan segera mencapai puncak kenikmatan. Sekarang tiga jariku yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis tangan kananku kumasukkan seluruhnya ke dalam liang vaginaku, kutarik keluar masuk, kukocok-kocokkan makin cepat, sementara tangan kiriku juga mulai ikut aktif membantu, jari manis dan jari telunjuk tangan kiri kupakai menyibakkan bibir vaginaku, sementara jari tengahnya mengorek-ngorek klitorisku. Kocokan jari-jari tangan kananku semakin cepat. Aku terus melenguh.

“Ooh.. Oocch! Aa.. Aacch!”, badanku berguncang keras sehingga air dalam bathtub banyak yang tumpah keluar membasahi lantai kamar mandiku.

Badanku menggigil hebat, sekali lagi aku melenguh panjang, dan aku pun mencapai orgasme. Badanku kini lemas tersandar di punggung bathtub. Dari seberang sana kudengar suara Amin menanyakanku..



“Gimana Lia, enak enggak?”, Setan.., umpatku dalam hati, masa masih ditanya enak atau enggak?

“Lia..! Aku sekarang ke rumahmu ya? Kau kujemput dan kita check in terus melakukan hal yang sesungguhnya yuk”, ajak Amin.

Aku menolak dengan halus ajakan Amin. Setelah berbincang sejenak aku pamit untuk mematikan telepon dengan alasan akan melakukan sesuatu. Akhirnya dengan berat hati Amin pun bersedia mematikan teleponnya, entah berapa banyak pulsa sudah yang dia habiskan untuk melakukan sex by phone denganku sambil beronani.

Terus terang saja walau sudah agak sering kontak dengan Amin dan kami juga sudah dua kali bertatap muka, aku sedikit pun tidak berminat berhubungan badan dengannya. Tingginya sekitar 165 centimeter, lebih pendek sedikit dariku, badannya agak sedikit gendut, usianya 32 tahun, sudah beristri dan beranak tiga. Wajahnya menurut ukuranku juga tidak ganteng, jadi biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa bagiku. Aku memang juga membutuhkan sarana menyalurkan libidoku namun tidak berarti aku bisa melakukannya dengan siapa saja.

Dalam permainan sex, aku benar-benar ingin menikmatinya, maka aku juga harus memilih pasangan yang benar-benar bisa menaikkan gairahku. Sudah berkali-kali Amin mengajakku make love (ML) tapi selalu kutolak dengan seribu satu macam alasan, namun aku tetap tidak mengutarakan alasan penolakanku, karena aku yakin dia akan langsung merasa malu dan tersinggung. Maka lewat tulisanku ini, buat seorang pembaca yang kuberi nama samaran Amin, aku mohon maaf dan aku harap kamu juga membaca tulisanku ini dan dapat mengerti.

sumber www.facebook.com

Cerita Seks Merengkuh Kenikmatan Seks Bersama Keponakanku

Cerita seks bersama saudara sendiri selalu saja menarik untuk diulas. Cerita Sex dengan kategori sedarah yang ingin aku ceritakan di website ini aku alami beberapa waktu lalu. Jadi ceritanya adalah begini, kalau pulang ke rumah setelah kerja, aku suka melepaskan semua pakaian kerjaku setelah masuk pintu, lalu berjalan-jalan di dalam rumah hanya memakai bra dan celana dalam. Setelah itu, biasanya aku akan mandi tanpa menutup pintu kamar mandi dan keluar kamar mandi setelah selesai dalam keadaan telanjang sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Kalau tidak malas, aku akan memakai celana dalam dan bra atau gaun malam saja tanpa celana dalam dan bra. Tapi kalau malas, aku akan membiarkan tubuhku telanjang, lalu aku akan mulai makan, nonton TV ataupun bersantai. Aku juga suka tidur dengan pakaian yang sexy dan minim. Pernah aku tidur tanpa memakai pakaian sama sekali.
Dua bulan yang lalu, aku kedatangan tamu dari Semarang. Tamu itu adalah keponakanku sendiri. Umurnya baru 17 tahun, dia anak dari kakak laki-lakiku yang paling bungsu. Dia datang di saat liburan sekolahnya. Aku sangat gembira menyambutnya. Dia kusuruh tinggal di kamar sebelah kamar tidurku. Hari-hari awal semuanya berjalan seperti normal, tetapi satu minggu kemudian, ada yang sedikit aneh. Pakaian dalamku sering kutemukan tidak pada tempat dan urutannya. Kadang-kadang sedikit tidak rapi. Ada timbul kecurigaan kalau keponakanku itu memainkan pakaian dalamku, sebab kalau tidak siapa lagi. Kadang-kadang ada pakaian dalamku yang hilang lalu besoknya ditemukan kembali ditempatnya semula. Aku mulai merasa kalau keponakanku memiliki obsesi seks tentang aku.
Suatu malam aku memutuskan untuk menguji keponakanku. Selesai mandi, aku segera mengambil celana dalam g-string warna merah dengan renda-renda yang sexy dan kukenakan. Setelah itu, aku memilih sebuah gaun malam berwarna pink dengan bahan satin. Gaun malam itu semi transparan, jadi tidak akan transparan bila dilihat dari dekat, tetapi akan menampakkan lekuk tubuhku bila ada latar cahayanya. Panjang gaun malam itu hanya 10 cm dari selangkanganku. Di bagian pundak hanya ada 2 tali tipis untuk menggantung gaun malam itu ke tubuhku. Bila kedua tali itu diturunkan dari pundakku, dijamin gaun malamku akan meluncur ke bawah dan menampakan tubuhku yang telanjang tanpa halangan.
Setelah itu, aku keluar ke ruang keluarga tempatku menonton TV dan segera duduk menonton TV. Mula-mula aku berusaha duduk dengan sopan dan berusaha menutupi selangkanganku dengan lipatan kakiku. Tak lama kemudian, keponakanku keluar dari kamarnya dan duduk di sebelahku. Sepanjang malam itu, kami berbincang-bincang sambil menonton TV, tetapi aku tahu kalau dia diam-diam mencuri lihat tubuhku lewat sudut mataku. Kadang-kadang aku menundukan badanku ke arah meja di depan seolah-olah menjangkau sesuatu yang akhirnya mempermudah dia melihat payudaraku lewat leher bajuku yang longgar. Tak lama kemudian, aku mencoba lebih berani lagi. Aku mengubah posisi tempat dudukku sehingga kali ini pakaian tidurku bagian belakang tersingkap dan memperlihatkan pantat dan tali g-string di pinggangku. Dari ujung mataku aku bisa melihat kalau keponakanku melihat bagian itu terus. Anehnya, aku mulai merasa terangsang. Mungkin ini akibat dari masa mudaku sebagai seorang eksibisionis.
Sejenak kemudian aku pergi ke kamar kecil. Sengaja pintu kamar mandi tidak kututup sampai rapat, tetapi menyisakan sedikit celah. Dari pantulan tegel dinding, aku melihat bayangan keponakanku muncul di celah pintu dan mengintipku, walaupun saat itu aku membelakangi pintu. Setelah itu, aku menundukan kepalaku, pura-pura konsentrasi pada g-stringku agar dia tidak kaget. Kemudian aku membalikkan badanku, mengangkat gaun malamku dan menurunkan celana dalamku di depan matanya. Aku tidak tahu bagaimana rasa seorang lelaki melihat hal ini, tetapi dari banyak yang kudengar, sebetulnya lelaki paling menyukai saat ini yaitu pada saat perempuan mulai membuka pakaiannya.
Dengan tetap menunduk, aku berjongkok dan menyemburkan air kencingku. Aku yakin dengan posisi seperti ini, keponakanku ini akan sangat menikmati pemandangan vaginaku yang mengeluarkan air kencing. Ini juga salah satu yang kudengar bahwa lelaki suka melihat perempuan kencing. Setelah kencingku selesai aku kembali berdiri, membetulkan g-stringku lalu kuturunkan gaun tidurku. Setelah itu, aku membalikan badanku lagi sambil membetulkan g-stringku bagian belakang. Sebetulnya aku memberikan kesempatan kepada keponakanku untuk pergi tapa terlihat aku. Benar saja, lagi-lagi dari pantulan tegel dinding aku melihat bayangan keponakanku menjauh ke arah ruang keluarga. Setelah semua selesai, aku kembali ke ruang keluarga dan berlagak seolah-olah tidak ada apa-apa.
Saat aku berjalan ke arah sofa, aku melihat kalau muka keponakanku merah, Dalam hatiku aku tertawa karena teringat masa laluku sebagai eksebisionis. Waktu itu, semua laki-laki yang memandangku saat aku sedang “Beraksi” juga memperlihatkan reaksi yang sama. Untuk menghilangkan rasa gugupnya, aku melemparkan senyum kepadanya, dan dibalas dengan senyum yang kikuk. Setelah itu, aku kembali duduk di sofa dengan posisi yang lebih sopan dan melanjutkan acara nonton TV dan bincang-bincang kami. Tak lama kemudian, aku memutuskan untuk tidur, karena saat itu jam 11.30.
Saat di dalam kamar, aku membaringkan tubuhku di tempat tidur. Gaun malamku yang tersingkap saat aku naik ke tempat tidur kubiarkan saja sehingga memperlihatkan g-string yang kupakai. Tali gaun tidurku sebelah kiri merosot ke siku tangan juga tidak kuperbaiki sehingga puting payudaraku sebelah kiri nongol sedikit. Aku mulai menikmati kalau diintip oleh keponakanku di kamar mandi tadi. Mulai besok aku merencanakan sesuatu yang lebih enak lagi.
Keesokan harinya adalah hari Minggu, jadi besoknya aku bangun dengan posisi pakaian yang tidak karuan. Setelah membetulkan tali bahu gaun malamku, aku keluar kamar. Di luar kamar, aku bertemu dengan keponakanku yang sudah bangun. Dia sedang menonton acara TV pagi. Aku menyapanya dan segera di balas dengan sapaannya juga. Setelah itu, aku mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi. Lagi-lagi pintu kamar mandi tidak kututup rapat. Seperti dugaanku, keponakanku kembali mengintipku. Aku kemudian membuka gaun malamku sehingga aku hanya mengenakan g-string. Gaunku itu kuletakan di tempat cucian. Setelah itu, dengan hanya memakai g-string, aku berdiri di depan wastafel dan menggosok gigiku. Saat menggosok gigi, payudaraku bergoyang-goyang karena gerakan tanganku yang menyikat gigi.
Keponakanku pasti melihatnya dengan jelas karena aku sudah mengatur posisi tubuhku agar dia dapat menikmati pemandangan ini. Setelah selesai, aku kemudian membuka g-stringku. Sementara g-stringku masih kupegang di tangan, aku kemudian kencing sambil berdiri. Air seniku kuarahkan ke lantai. Setelah itu, aku siram dan aku masuk ke tempat shower. Tempat shower itu sengaja tidak kututup juga. Aku kemudian mandi seperti biasa, tetapi saat menyabuni badan, aku menyabuni dengan perlahan-lahan. Gerakan tanganku kubuat sesensual mungkin. Bagian payudara dan vaginaku kusabuni agak lama. Setelah membilas badanku, aku masih melanjutkan acara mandi sambil diintip dengan mencuci rambut. Selesai semua itu, aku kemudian mengeringkan badan dan rambut, lalu melilitkan handuk di tubuhku. Sekilas aku melihat dari pantulan tegel dinding kalau keponakanku sudah pergi. Aku kemudian keluar dari kamar mandi.
Saat keluar aku melihat keponakanku duduk di depan TV sambil menikmati acara TV. Aku tahu sebetulnya dia hanya pura-pura. Mukanya merah seperti kemarin sewaktu habis mengintipku kencing. Aku kemudian masuk kamar tidurku. Pintu kamar tidurku kali ini tidak kututup rapat pula dengan harapan keponakanku akan mengintip baju. Lewat pantulan cermin di lemari pakaianku, aku melihat kalau bayangan keponakanku ada di depan pintu. Dia mengintipku lagi. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kubuka lilitan handukku sehingga aku telanjang bulat. Setelah itu, dengan handuk itu, aku terus mengeringkan rambutku yang basah sementara aku terus menuju ke meja rias.
Di meja rias, aku mengambil blower dan dengan blower itu, aku mengeringkan rambutku. Setelah kering, aku menuju ke lemari kemudian mengambil celana transparan yang berwarna putih. Setelah memakainya, aku kemudian mengambil sebuah strapless bra warna putih (bra yang tali bahunya bisa di lepas, tetapi kali ini aku tidak melepasnya) dengan kawat penyangga payudara di bagian bawah cupnya dan memakainya pula. Kemudian aku mengambil jubah pendek dari bahan satin berwarna putih dan kupakai. Setelah menalikan tali jubah itu ke pinggangku aku merapikan rambutku lagi sebelum keluar. Dari pantulan cermin aku melihat kalau bayangan keponakanku sudah tidak ada.
Setelah itu, aku keluar kamar dan menyiapkan makan pagi untuk kami berdua. Keponakanku saat itu sudah di kamar mandi untuk mandi. Perkiraanku, di kamar mandi dia tidak cuma sekedar mandi, tetapi pasti memakai gaun malam dan g-stringku sambil mastubasi membayangkan badanku. Aku tertawa dengan geli karena merasa berhasil merangsang keponakanku. Saat membayangkan rasanya diintip saat mandi dan ganti baju, cairan kewanitaanku terasa mengalir di sela-sela vaginaku. Aku sendiri betul-betul terangsang.

Saat makan pagi siap dan keponakanku selesai mandi, aku menyuruhnya makan bersama. Saat makan, jubah satin yang kupakai melonggar di bagian leher, tetapi aku pura-pura tidak tahu. Aku tahu kalau keponakanku memperhatikan bra yang terlihat akibat bagian leher yang terus melonggar. Setelah makan selesai, aku membereskan piring sementara keponakanku duduk di sofa membaca buku. Setelah aku merasa semua sudah beres, aku kemudian mengajaknya untuk jalan-jalan menikmati liburannya.
Sejak hari itu, aku selalu bermain kucing-kucingan dengan keponakanku. Kubiarkan dirinya mengintipku saat mandi, kencing atau ganti baju. Aku juga membiarkannya mencuri dan memakai pakaian dalamku sepanjang dia mengembalikannya baik ke lemariku maupun ke tempat cucian.
Aku pura-pura tidak tahu kalau dia melakukan semua itu. Hanya saat aku melakukan masturbasi saja yang tidak kubiarkan dia mengintip. Lagi pula biasanya aku melakukan masturbasi di malam hari saat hendak tidur. Sebetulnya ini karena aku malu menunjukkan kepadanya kalau aku sedang terangsang. Aku sangat menikmati situasi ini sampai saat dia harus pulang kembali ke Semarang, aku mengatakan kepadanya kalau aku sangat menyukai perhatiannya. Maksudku adalah aku suka diintip olehnya. Entah dia mengerti maksudku atau tidak, tetapi dia juga mengatakan kalau dia sangat menikmati liburan ini. Aku berharap untuk liburan selanjutnya, keponakanku mau datang lagi agar aku bisa menunjukan tubuhku lagi kepadanya.
Pengalaman ini sungguh indah dan menyegarkan masa laluku. Kalau ada kesempatan, aku akan berusaha untuk mengulanginya lagi hanya saja aku sekarang lebih suka diintip.

sumber www.facebook.com/

Cerita Seks Ngentot Dengan Kekasihku Yang Perkasa

Cerita Seks ini mengisahkan bagaimana cerita sex hot dengan kekasihku yang perkasa, suatu kisah seks yang menceritakan tentang pengalaman seorang gadis yang memiliki kekasih perkasa yang punya gairah seks tinggi dan kuat. bagaimana kisahnya? Yuk kita ikuti cerita dewasa, kekasihku perkasa berikut ini. Ketika sang malam melengkapi perhiasan jubah langit dengan permata bintang-bintang, di lembah itu aku duduk sambil memandang tahta awan-gemawan yang berwarna keperakkan karena cahaya bulan malam itu. Dan ketika bunga mawar dari dalam kandungan hutan ngarai menjelma menjadi seorang pemuda tampan nan kesatria yang di lahirkan oleh tangan bidadari, kemudian pemuda itu menghampiriku seraya menggenggam tanganku dan menatap mataku, angin pun membawa gelombang kemesraan kami berdua ke segenap penjuru dunia.
Mata sayunya menatap dalam ke arah mataku, seakan-akan ingin memporak-porandakan perasaanku, dan menegaskan kata cinta di dalam setiap ruang gerak kehidupanku. Ketika mulutnya bergerak dan mengeluarkan kata, aku seperti merasakan adanya irama sebuah kata yang masuk ke telingaku, bagaikan alunan dawai-dawai gitar para dewa-dewa.
“Cintaku bagai piramidamu dan abad pun tak mampu menghancurkannya, dan cintaku bagai bunga anggrek hingga cuaca pun tak bisa menaklukkannya, aku mengagumi daya tarik misterimu,” lirih dan tegas kata-kata itu ia ucapkan sambil merekatkan bibirnya ke bibirku.
Mendengar semua itu aku hanya diam, tapi jauh di dalam hatiku tumbuh sebuah pengharapan semoga tidak akan ada sesuatu pun juga yang akan menimpa kekasih hatiku ini. Sambil merasakan kecupannya, dan ketika bibirnya telah bersatu dengan bibirku, aku merasakan kehangatan nafas serta kesegarannya membawaku ke rasa anggur keindahan yang baru saja dipanen dan diperas sarinya oleh pemuda-pemuda Prancis di pertengahan bulan April.

“Betapa murah hati seni persahabatanmu..,” hampir tidak terdengar kata itu kuucapkan.
Aku pun menarik nafas dalam, seakan-akan tarikannya ingin membawa pemuda itu masuk ke dalam jiwaku. Dan kududukkan ia di singgasana hatiku, agar ia dengan bijaksana dan penuh kearifan menjalankan roda perasaanku. Dan pemuda itu pun hanya tersenyum manis nan menawan, semanis buah arbei di selatan kota Athena.
“Betapa berlimpahnya cintamu dan betapa manis harapan keagunganmu akan diriku, dan belaianku di dadamu ini sebagai tanda kemuliaan, keperkasaan dan keberanianmu..,” sambil kusentuh lembut dada bidang pemuda pujaan hatiku ini. Pemuda itu pun membiarkan saja tubuh sempurnanya dikuasai oleh tangan cintaku, hingga hembusan nafas birahi pemuda itu membahana ke penjuru malam.
Dan ketika pemuda pujaan hatiku ini mulai tergerak rasa perlawanan api asmaranya, dan ketika tangan-tangan kekar pemuda itu mulai membalut tubuh dinginku, aku pun memasrahkan diriku dalam pelukan pemuda itu, hingga pemuda itu tidak dapat lagi melawan hawa nafsunya sendiri. Dengan hausnya ia meminta air asmaraku, melumat bibirku, mendekapku, meraba dan membelai di setiap lekuk tubuhku. Tangan jantannya mulai mengobrak-abrik bagian terlarang tubuhku yang memang hanya diperuntukkan dan hanya boleh dinikmati oleh pemuda pujaan hatiku ini.
Dengan tiba-tiba pemuda itu melepaskan pelukannya, ia pun lalu berdiri tegak di hadapanku laksana kesatria yang gagah perkasa lagi pemberani. Dan tangan berototnya mulai melepaskan helaian benang-benang penutup tubuh sempurnanya, helaian itu pun jatuh satu persatu, bagaikan gugurnya dedaunan di awal musim gugur tahun lalu.
Kini pemuda itu berdiri polos di hadapanku, seakan ingin menunjukkan bahwa dirinya hanya di persembahakan untuk kunikmati. Aku tidak kuasa menyembunyikan rasa pesonaku melihat pemuda tampan yang sangat diimpikan dan menjadi harapan para kaum gay. Dengan tubuh yang sempurna, berdada bidang dengan perhiasan bulu-bulu kecil daridada hingga ke bagian bawah pemuda itu, lengan kekar lagi berotot, rambut hitam kecoklatan lurus dan agak bergelombang, bermata sayu namun bagaikan menyimpan sebilah belati tajam dalam setiap tatapannya, memiliki kulit coklat yang menghiasi seluruh tubuh pemuda itu, dan kebesaran hawa nafsu yang ia miliki sangatlah sempurna begitu keras, padat, liat dan memiliki diameter yang sangat menakjubkan yang dapat membawa lawan pencintanya terkapar-kapar dalam permainan asmaragama yang begitu nikmat bahkan teramat nikmat, namun sangatlah jauh di dalam hatiku, aku merasa menjadi orang yang teristimewa pilihan para penghuni kayangan, karena hanya diriku lah yang dapat menjadi penghuni ruang hampa sukma pencinta pemuda itu, dan hanya aku lah yang yang dapat bersatu dalam jiwa pemuda pujaan hatiku ini.

“Ah.., kau memang sempurna..!” pujian itu kupersembahkan untuknya.
Lalu ia pun berkata, “Jika darahku mengalir sesuai kehendakmu, maka mengalirlah ia, jikalau kakiku melangkah selain di jalanmu, maka lumpuhkanlah ia, apapun keinginanmu atas jasmaniku ini, asal jiwaku gembira di padang rumput ini dan tentram dalam bayang-bayang sayapmu, aku ikhlaskan diriku malam ini untukmu hingga berakhirnya waktu bagi kehidupan umat manusia.”
Lalu ia pun merunduk dan menciumku, dan ciuman itu memperkenalkan aku pada desah agung, dan ciumannya bagaikan kecupan surga di bibirku, serta mengajariku bahwa bibir yang terpagut di dalam cinta, menyingkap rahasia langit yang tidak terungkap oleh lidah.

“Ciumlah aku, duhai kekasih hatiku..!” lirihku.
Dengan perasaan cinta dan gairah, pemuda itu pun melumat bibirku, hingga membuat kobaran birahiku menjadi panas, ritmix gerak tubuh perkasanya menari-nari di atas tubuhku, nafas birahinya menghembus kencang menyapu dan menyentuh hamparan kulitku, laksana badai angin puyuh di padang havana, pelukannya kuat membelenggu jiwaku dalam rantai birahinya. Kupejamkanmataku sambil menikmati hidangan asmara birahi.

“Aku malam ini milikmu, dan esok lusa masih milikmu sampai matahari tak bersinar aku masih bersembunyi dalam rongga jiwamu.” kudesahkan janji itu di telinga kanannya sambil terus menikmati percintaanku dengan pemuda kekasih hatiku ini.
Kata-kataku laksana cambuk, hingga ia makin memburu menciptakan senggama yang nikmat, yang hanya diperuntukkan buatku.
Tubuh kekar itu pun mulai liat, dan tangan jantannya erat mencengkram hasratku, pancaran pesona wajahnya mulai bersinar menyinari cinta, sungguh pemuda tampan, wajah berkarakter, dengan senyuman menawan di antara erangan kenikmatan, bahkan pemuda itu makin terlihat gagah perkasa, ketika otot-otot tubuhnya mulai mengencang pada saat ia mulai mencapai puncak kenikmatan surgawi yang kami rengkuh berdua pada malam ini. Bersamaan dengan pencapaian puncak kenikmatan, pemuda itu pun mendekapku erat, namun penuh dengan hasrat cinta kasih, hingga dari dalam dekapan pemuda itu, aku merasakan curahan air kesucian cinta telah menyiramijiwa yang gersang oleh panasnya badai penantian kedatangan pasangan jiwa.
Setelah lelah dari perjalan hasrat surgawi, kami pun mengistirahatkan diri dan rasa kami berdua dalam satu dekapan mesra, dan duduk di atas bukit laksana pengantin remaja, yang bertahtakan bintang gemintang, mengukir angan-angan di hadapan alam raya, sunyi menyelimuti seakan keagungan cinta telah melolosiku dari kepengecutanku dan membuatku mampu bergerak. Tiba-tiba suara lembut dan tegas tapi menyimpan wibawa kearifan yang tinggi, telah memecahkan kesunyian di antara kami berdua.

“Di hadapanmu, kekasihku, kehidupan tempat aku menjadi besar dan indah, suatu kehidupan yang awalnya pertemuan denganmu yang memiliki keabadian seperti apa yang kuyakini, karena aku yakin jasmanimu mampu mengembalikan kekuatan yang telah dianugerahkan harum bunga mawar kepadaku.” lembut kata-kata itu menerobos masuk ke dalam jiwaku melalu daun telingaku, hingga tanpa sadar airmataku pun mengalir seakan ikut merasakan kebahagian hatiku.
Aku tidak tahu harus melakukan apa yang pantas untuk pemuda kekasih hatiku ini, sesudah ucapan terimakasih atas segala rasa dan asa untuk menyatukan dua rasa dalam satu ikrar yang tidak bertuan.

Pemuda itu lalu meletakkan tangannya di wajahku, dan jari-jari kekarnya lembut mengusap air mataku.
“Sudahlah.., jangan menangis kekasihku, karena sekarang kau telah menemukan aku, aku lah kekasihmu, dan aku lah sahabat jiwamu.” pemuda itu menyebarkan biji-biji janji di ladang sukmaku.
“Kekasihku… kemarilah..! Aku akan memelukmu hingga kau merasa damai, tenang serta aman.”

Pemuda itu pun merekatkan tubuhnya ke tubuhku, dan lengan berotot itu melingkar di antara tubuhku, hingga akhirnya aku sudah berada dalam pelukan pemuda perkasa lagi gagah pemberani laksana kesatria perang melawan keangkaramurkaan.
“Peluklah aku hingga aku tertidur duhai kekasih jiwaku..!” kubisikkan kata-kata itu dengan penuh harap dari dalam pelukan sang pemuda pengantin jiwaku.
Dan pemuda itu pun makin merekatkan pelukannya seakan-akan enggan melepaskan diriku kembali dari dalam pelukannya. Sungguh benar-benar pelukan yang panjang dan suci dari dalam cinta yang suci pula, laksana kecintaan sang dewa-dewa pada keindahan dan keabadian.

sumber  www.facebook.com

KaPan Anda Meninggal Dunia

situs ini sebenarnya cukup lama keberadaanya, tetapi masih cukup menarik, dimana anda bisa meramalkan berapa tahun lagi hidup anda di dunia ini. Di situs ini, anda tinggal memasukan tanggal lahir, jenis kelamin, berat badan serta kebiasaan anda. Setelah itu klik tombol CHeck Your Death Clock, maka disitu akan ditampilkan tahun berapa anda akan meninggal dunia. Penasaran ? Langsung aja ke alamat www.deathclock.com

sumber tabloid KOMPUTEK edisi 766 Minggu ke-1 Maret 2012 halaman 07.

Minggu, 11 Maret 2012

Cantik Dengan Bahan Alami

Memang enak jadi orang berduit. Mau cantik téh tinggal beli produk dari merk ternama atau pergi ke tempat-tempat perawatan tubuh yang bonafide. Namun bagi mereka yang hidupnya pas-pasan mah tidak demikian, usaha untuk mempercantik diri téh hanya sebatas keinginan saja. Walaupun begitu, meski kondisi keuangan tidak mendukung, tampil cantik bagi sebagian orang téh sudah menjadi suatu keharusan. Nah untuk menyiasatinya, kenapa tidak mencoba meracik sendiri “ramuan kecantikan" dari bahan-bahan alami yang bisa diperoleh dengan harga murah? Nih, Akang kasih resepnya, mudah-mudahan bisa membantu, ya!

Penghilang Mata Sembab/Bengkak
Dinginkan 2 kantung teh celup bekas di dalam kulkas, lalu kompreskan pada mata selama 10 menit. Selain teh celup, bisa juga menggunakan mentimun.

Masker Untuk Kulit Berminyak
Pisang Matang 1 buah, Madu 1 sendok makan, dan Jeruk Mipis 1 buah. Hancurkan pisang dalam mangkuk, aduk-aduk dengan madu dan perasan jeruk mipis. Oleskan di wajah atau bagian tubuh lainnya, biarkan selama 15 menit, lalu bilas.

Masker Untuk Kulit Kering
Alpukat ½ buah dan Madu ¼ gelas. Hancurkan alpukat dalam mangkuk, campur dengan madu hingga rata. Pakaikan di wajah atau bagian tubuh lainnya selama 10 menit, lalu bilas.

Masker Pencerah Kulit
Pepaya Muda ½ gelas dipotong dadu, Yoghurt 1 sendok teh, dan Madu 1 sendok teh. Haluskan semua bahan dengan blender, pakaikan di wajah atau bagian tubuh lainnya selama 10 menit. Setelah itu, bilas dengan air dingin, keringkan, dan olesi dengan pelembab.

Scrub Antioksidan
Kacang Almond 1 genggam, Jeruk 1 buah diambil kulitnya saja, dan Minyak Zaitun 1 gelas. Hancurkan semua bahan dengan blender (jangan terlalu halus), gunakan sebagai scrub pada wajah atau kulit tubuh.

Garam Mandi Detoksifikasi
Garam Mandi ¾ gelas, Baking Soda ¼ gelas, dan Essential Oil 4 tetes. Campurkan garam dan baking soda. Setelah merata, tetesi dengan essential oil. Masukkan campuran ini ke dalam air yang akan dipakai untuk berendam.


Disalin tanpa berubahan dari bertanimandiri.blogspot.com

Biostarter dari Air Liur

Sungguh luar biasa kebesaran Alloh. Tak satupun hasil dari ciptaanNYA ada yang sia-sia. Semua punya manfaat tersendiri, tak terkecuali dengan air liur. Meskipun menjijikan, ternyata, dalam air liur itu terdapat empat macam mikroorganisme yang bermanfaat, yaitu Saccharomyces, Cellulomonas, Lactobacillus, dan Rhizobium. Apabila bakteri yang hidup di lambung manusia ini dikumpulkan kemudian difermentasi, maka akan sangat berguna sekali dalam me-recovery tingkat kesuburan tanah.

Untuk mendapatkannya tidak susah yaitu dengan cara menampung air kumur-kumur yang pertama kali, pada pagi hari setelah bangun tidur. Karena saat tidur tidak ada makanan yang masuk ke perut dalam waktu cukup lama, mikroorganisme tersebut akan naik menyantap sisa-sisa makanan yang berada di rongga mulut. Dalam keadaan inilah bakteri-bakteri tersebut berkumpul di mulut. Supaya bakteri tidak mati, dalam berkumur jangan menggunakan air yang mengandung anti septik, tetapi gunakan saja air sumur biasa. Perlu diperhatikan, air hasil kumur-kumur dari orang yang mengidap penyakit TBC, Dipteri, dan penyakit pernafasan lainnya, tidak boleh dipergunakan (ditampung).

Langkah berikutnya adalah mengembangbiakan mikroorganisme yang sudah terkumpul tadi agar jumlahnya bertambah banyak menjadi berlipat ganda sehingga daya gunanya pun menjadi lebih dahsyat. Yaitu dengan cara sebagai berikut:

Setiap 2 liter mikroorganisme yang sudah terkumpul yaitu berupa bakteri yang terdapat dalam air liur, ditambah dengan 3 liter air kelapa dan ¼ kg gula pasir, kemudian difermentasikan. Setelah fermentasi berlangsung selama 14 hari, liur tersebut tak lagi berbau "naga", tetapi berbau wangi seperti bau tape. Ini menandakan bahwa bakteri sudah berkembangbiak dengan baik. Hasil dari fermentasi ini siap untuk dijadikan sebagai startrer atau dekomposer dalam pembuatan kompos atau bisa juga dimanfaatkan untuk mempercepat ketersediaan nutrisi tanaman, mengikat pupuk, mengembalikan dan meningkatkan kesuburan tanah.

Sumber :
bertanimandiri.blogspot.com
fianzoner.blogspot.com

Bikin Kompos Beraroma Buah

Kompos yang akan Akang tunjukan cara pembuatannya ini téh bukan seperti kompos-kompos lain pada umumnya. Ini adalah kompos yang berbentuk cair. Boleh juga sih Ayi bilang, bahwa ini adalah pupuk cair. Bahan utamanya mah cukup buah-buahan. Boleh buah apa saja yang penting sudah matang dan mengeluarkan aroma wangi.

Cara pembuatanya cukup dengan rumus 1-2-3. Maksudnya, 1 kg buah diblender atau diparut atau diapakan sajalah yang penting hancur. 2 ons gula merah diris tipis dan 3 liter air bersih (tidak mengandung racun).

Aduk gula merah dan air dalam wadah plastik sampai gulanya larut. Masukan buah yang sudah dihancurkan kedalam wadah yang sama dan tutup rapat. Jangan lupa, setiap 2 hari sekali campuran bahan kompos tadi harus diaduk. Dalam waktu satu bulan, ditandai dengan adanya buih berwarna putih, kompos aroma buah ini sudah bisa dipanen dengan cara menyaringnya. Ampasnya jangan dibuang, gunakan saja untuk pupuk.

Dalam pengaplikasiannya téh bisa dengan dua cara, disiramkan atau disemprotkan ke media tanam/tanah dengan dosis 20 ml/liter air.

Disalin tanpa perubahan dari bertanimandiri.blogspot.com