Online

Ya, , , , , , ,kami merupakan blog online, kami juga bergerak di bidang berita dan toko online, , , , , silakan kunjungi IKLAN KAMI, terima kasih

Kerja sama Tim

Kerja sama tim merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan ini. Kami juga sering mengalami perbedaan pendapat dalam mengatur blog ini, tapi selalu ada jalan keluar yang kami temukan. Itu semua untuk memperbaiki kekurangan Blog kami.

Batu Permata

Ibarat Batu Pertama, kami ingin blog kami indah dan d gemari oleh semua kalangan.

Sexy Porn

Tak dapat dipungkiri, kami juga manusia biasa yag masih mempunyai nafsu. Tak jarang kami juga memposting hal-hal yang berbau S*x ataupun po*no

Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Mei 2013

Daftar Anggota DPR yang Anti Program PRO RAKYATnya JOKOWI - [ TOLONG DISEBARKAN ]


Berikut nama-nama Anggota DPRD DKI yang menandatangani Hak Interpelasi (pemakjulan/pelengseran) terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, karena tak setuju KJS dan KJP yang mengGRATISkan 100% biaya bagi rakyat yang tak mampu. Sejak semasa Sutiyoso dan Foke mereka cuma setuju maximal 50% supaya sisanya bisa diCAK bareng bagi rata dengan para birokrat DKI.

 Nama2 anggota DPRD DKI Jakarta yg mengajukan interpelasi :
 1. Aliman Aat (Demokrat)
 2. Taufiqurahman (Demokrat)
 3. Habib Husein Alaydrus (Demokrat)
 4. Abdul Mutholib (Demokrat)
 5. Sandy (Demokrat)
 6. Neneng hasanah (Demokrat)
 7. Siti Sofiah (Demokrat)
 8. Mujiyono (Demokrat)
 9. Hidayat Ar Yasin (PAN)
 10. Moh Asyari (PAN)
 11. Agung Haryono (Demokrat)
 12. Nawawi (Demokrat)
 13. Rukun Santoso (Demokrat)
 14. Lucky (Demokrat)
 15. Berlin (Demokrat)
 16, Matnoor Tindoor (PPP)
 17. Ichwan Zayadi (PPP)
 18. Fahmi Zulfikar (Hanura-PDS)
 19. Guntur (Hanura-PDS)
 20. Farel Silalahi (Hanura-PDS)
 21. TS Yance (Demokrat)
 22. Abdul Aziz (PPP)
 23. Ruddin Akbar Lubis (Golkar)
 24. Hendry Ali (Demokrat)
 25. Marie Amadea (Demokrat)
 26. Mirna Na'Amin (Demokrat)
 27. Dr Suprawito (Hanura-PDS)
 28. Belly Bilalusalam (PPP)
 29. Santoso (Demokrat)
 30. Hardi (Demokrat)
 31. DR Marthin (Demokrat)
 32. Maria Hernie (Demokrat)

 Mohon disebarkan, biar semua rakyat DKI Jakarta (Khususnya) dan Rakyat Indonesia (Umumnya) tau siapa2 wakilnya yg anti program pro rakyatnya Jokowi.

Sumber : Facebook

Sabtu, 09 Maret 2013

Sorry Sir, Bendera Indonesia Terbalik di Amerika

MUSIM panas Mei-Juli 2011 lalu, Imas Masturoh (23) dan Iskandar (23), anggota Gerakan Pramuka Gudep 07-081/07-082 UIN Jakarta, mengikuti program International Camp Staff (Summer Camp) di Amerika Serikat. Keduanya mewakili Indonesia untuk memberikan pembinaan terhadap ribuan pramuka penggalang AS yang dipusatkan di Colorado dan Los Angeles.

Imas dan Iskandar terpilih mewakili Indonesia setelah bersaing dengan ratusan calon peserta lain dari seluruh Indonesia. “Dari Indonesia yang lolos seleksi ada tiga. Seorang lagi, Deasy, mahasiswi dari IAIN Ar-Raniry Banda Aceh yang ditempatkan di Texas,” kata Imas.

“Seleksinya cukup ketat, meliputi aspek bahasa, kepribadian, prestasi di pramuka, dan pengetahuan mengenai budaya Indonesia serta dunia,” ujar Iskandar menambahkan.

International Camp Staff (ICS) merupakan program tahunan Boys Scout of America (BSA) atau Gerakan Pramuka di Indonesia. Tujuannya untuk mendidik para pramuka Amerika berusia antara 10-18 tahun dalam berbagai bidang keahlian. Tahun ini program ISC diikuti oleh sekitar 100.000 orang dari 50 negara peserta anggota World of Scout Movement (WOSM). Acara Summer Camp itu dibuka Presiden AS Barack Obama.

“Pendidikan kepramukaan di AS itu cukup bagus juga. Selain peserta didiknya diarahkan untuk menjadi pemimpin yang berkarakter, mereka juga sangat dituntut memiliki keahlian dalam berbagai bidang melalui pencapaian tanda kecakapan khusus atau TKK (merit badge),” kata Imas, sarjana lulusan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (PBI-FITK) tersebut. Pencapaian merit badge itu tak lain untuk menempuh pramuka mahir, yakni Eagle Scout atau Pramuka Garuda di Indonesia.

Nasionalisme warga AS juga patut dibanggakan. Mereka di antaranya sangat mencintai bendera negaranya sendiri. Menurut Iskandar, hampir di setiap baju warga AS selalu terpasang bendera kebanggaan mereka yang berlambang garis-garis merah-putih, persegi panjang berwarna biru, serta 50 bintang itu.

Sebagai wakil dari Indonesia, Imas dan Iskandar berangkat ke AS dalam waktu berbeda alias tidak sama. Bahkan Iskandar sempat tertunda selama tiga minggu karena persoalan visa. “Saya tertunda karena nama dan daerah asal saya, Semarang, konon berbau teroris,” tutur mahasiswa semester IX Jurusan PBI-FITK itu.

Banyak pengalaman lucu dan menarik selama perjalanan menuju AS dari keduanya. Imas misalnya, ia sempat dikira TKW saat transit di Bandara Taipei, Taiwan. Soalnya, di antara para penumpang pesawat, Imas adalah satu-satunya wanita berkerudung. Saat transit itu, ia tiba-tiba ditarik seorang petugas imigrasi bandara dan diinterogasi. Namun, setelah dijelaskan, barulah petugas itu mengerti.

“Malah saya dikira turis dari Malaysia karena wajah saya Melayu dan berkerudung,” cerita Imas. Tak hanya itu, ia juga diinterogasi secara ketat saat tiba di Bandara Los Angeles dari Taipei oleh petugas dari Homeland Security Department. Seluruh tubuh Imas dipindai tanpa kecuali, mulai dari ujung kepala hingga sepatu.

Selama tinggal di camp, baik Imas maupun Iskandar, bergabung dengan sejumlah peserta lain dari berbagai negara. Mereka berbagi tugas sesuai keahlian masing-masing untuk mengajarkan mengenai berbagai keahlian. Mekanismenya, selama seminggu sekali para peserta didik (pramuka) AS itu datang secara bergantian ke acara Summer Camp setiap hari Minggu selama sekitar sembilan minggu. Mingggu pertama adalah untuk staff week atau training for staff, sedangkan minggu kedua hingga keempat untuk pelatihan peserta.

Menariknya lagi, berkemah ala pandu AS berbeda dengan Indonesia. Jika pramuka Indonesia dituntut harus “serba mandiri” dan selalu “kedinginan”, pramuka AS justru dapat menikmati fasilitas di area camp secara menyenangkan. Untuk persoalan makan misalnya, panitia sudah menyediakan para juru masak profesional dan dengan menu yang berselara. Begitu pula untuk keperluan mandi, di setiap kabin sudah tersedia air hangat yang kapan pun dapat dinikmati.

“Memang terkesan mewah, tapi pramuka AS tetap memiliki semangat berlatih dan berprestasi, bukan pemalas,” kata Iskandar, yang ditempatkan di Camp Forest Lawn Scout Reservation, Los Angeles. Pemerintah AS juga sangat menaruh perhatian terhadap pandu-pandunya yang berprestasi seperti Eagle Scout, misalnya dengan menyediakan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Hal yang sama juga dirasakan Imas Masturoh selama pengalaman menjadi staff di Camp Alexander, Colorado, bersama peserta dari Polandia. Selain “mewah” area berkemah itu juga lengkap dengan berbagai fasilitas modern.

“Ada kejadian kaget bercampur malu. Saat bendera Indonesia dinaikkan oleh panitia, saya sempat protes karena warna benderanya terbalik. Saya bilang, Sorry Sir, bendera Indonesia terbalik. Setelah dijelaskan bendera itu ternyata milik Polandia, yang sama warna namun dengan posisi putih di atas dan merah di bawah,” kenang Imas.

Sumber pramukanewss.blogspot.com

Kamis, 07 Maret 2013

Sekolah Perlu dan Harus Mengaktifkan Pramuka

Pada era 1970-an dan 1980-an, para siswa sekolah merasa bangga bila mengenakan seragam Pramuka. Mereka juga aktif mengikuti kegiatan kepramukaan baik yang dilaksanakan pihak sekolah atau dinas pendidikan setempat. Tak hanya itu, anggota Pramuka akan merasa lebih bangga lagi jika terpilih mewakili kabupaten atau provinsi mengikuti jambore nasional. Saat itu dunia kepanduan menjadi dambaan para pelajar.

Ketika memasuki era reformasi, gerakan dan kegiatan Pramuka secara perlahan dijauhi para pelajar. Pada hari tertentu, para pelajar memang diwajibkan mengenakan seragam Pramuka dan atributnya. Namun mereka sebenarnya kurang memahami dan mencintai Pramuka.

Tak pelak lagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat menyatakan keprihatinannya dengan kondisi Gerakan Pramuka Indonesia. Berhubungan dengan itu, Presiden meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk revitalisasi gerakan Pramuka. Pada Kabinet Indonesia Bersatu II, Menteri Pemuda dan Olahraga (Mepora) Andi Mallarangeng menegaskan bahwa program kerja 100 harinya, salah satunya merevitalisasi Pramuka.

Terkait hal itu, Menpora terus memberi perhatian serius gerakan Pramuka. Menpora telah mengunjungi sejumlah kwartir daerah Pramuka di beberapa provinsi. Bahkan ia juga langsung terlibat dan mengunjungi para anggota Pramuka Indonesia yang tengah mengikuti the 26th Asia Pacific Jamboree di Los Banos Philippines, bulan lalu. Menpora mengakui saat ini ada kesan kegiatan Pramuka dinilai jadul, tidak keren, dan tidak menarik. Padahal gerakan pramuka sangat luar biasa untuk pengembangan jati diri anak muda katanya.

Sudah saatnya, tegas Menpora, Gerakan Pramuka dihidupkan lagi di sekolah-sekolah. Para siswa diajak untuk mengikuti latihan dan kegiatan Pramuka. Agar kegiatan Pramuka lebih menarik, ia meminta Kwartir Gerakan Pramuka membuat modul yang menarik. Kegiatan Pramuka harus sesuai minat dan kesenangan para siswa sekarang kata Menpora. Ia meminta kwartir daerah Pramuka yang kurang aktif perlu melakukan reorganisasi.

Sumber pramukanewss.blogspot.com

Selasa, 05 Maret 2013

Jilbab bagi Anggota Pramuka Wanita di Inggris

Pramuka Inggris mempunyai seragam baru khusus untuk mereka yang mengenakan jilbab setelah ada permintaan dari kalangan masyarakat Muslim.

Seragam baru dengan rancangan khusus itu dilengkapi dengan penutup kepala dengan gaya ”hoodie” seperti yang dikenakan anak-anak remaja perkotaan dan baju yang lebih panjang.

Baju yang mencapai lutut itu bermotif kegiatan kepramukaan dan menggambarkan semangat petualangan.

Sekitar 600 pramuka Muslim putri dipastikan akan mengenakan seragam baru ini walau juga tersedia bagi pramuka putri lain yang ingin mengenakannya.

Perancang pakaian Inggris Sarah Elenany (27) dari London merancang pakaian ini dengan label Elenany.

Ia mengatakan rancangannya ditujukan untuk memberi kesempatan pemakainya tetap bisa beraktivitas dengan bebas dan nyaman.

”Saya ingin anggota pramuka terlibat dalam perancangannya — dan mereka kemudian memberi tahu pakaian seperti apa yang ingin mereka kenakan serta apa yang tidak mereka suka dengan yang sekarang ada,” katanya.

Sesuatu yang berbeda

Ketersediaan seragam baru ini menggarisbawahi akan adanya perubahan pegiat pramuka di Inggris yang semakin modern dan beragam.

Aamena Ismail, 12, dari London mengatakan, ”Pakaian model hoodie ini fantastis. Sebagai seorang pramuka Muslim putri saya merasa sangat nyaman, tetap praktis dan bahkan bisa saya kenakan untuk berlayar.”

”Bahkan kalau dikenakan di luar kegiatan kepramukaan, masih tetap modis.”

Saat ini ada sekitar 2.000 anggota pramuka Inggris beragama Islam.

Kepala pramuka Inggris Bear Grylls, ”Dengan tersedianya pakaian baru ini menunjukkan bahwa kami bergerak sesuai waktu dan menyesuaikan diri dengan tumbuhnya anggota dari latar budaya yang beragam.”

”Pramuka menawarkan kesempatan untuk semua orang tanpa pandang agama, etnis atau kepercayaan. Saya sangat bangga telah menawarkan sebuah lingkungan bagi mereka untuk berbagi.”

Berdasar sensus Asosiasi Pramuka Inggris, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi peningkatan anggota putri yang lebih banyak dari pria. Sejak tahun 2005 saja terjadi peningkatan 88 persen dengan jumlah total 66.576 anggota.

Sumber  pramukanewss.blogspot.com

Minggu, 03 Maret 2013

Pramuka internasional akan berkumpul di Palembang

Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah pertemuan pramuka tingkat internasional di Palembang pada 2013.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel Abdul Shobur di Palembang, Jumat malam (18 Mei 2012), mengatakan untuk menyambut kegiatan yang akan diikuti anggota pramuka negara muslim ini, pihaknya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Ia menyebut kegiatan internasional ini juga akan berdampak positif kepada kemajuan ekonomi daerah, selain menjadi kesempatan yang baik untuk masyarakat guna belajar dan bersilaturahim dengan negara peserta.

Sumber pramukanewss.blogspot.com

Jumat, 01 Maret 2013

20 Juta Pramuka Bisa Mendorong Perdamaian Dunia

Gerakan Pramuka Indonesia merupakan organisasi pramuka terbesar di dunia karena memiliki anggota sekitar 20 juta orang sehingga menjadi panutan bagi negara lain di dunia.

“Dengan jumlah tersebut hendaknya pramuka kita dapat memberikan dan mendorong perdamaian di seluruh dunia,” kata Ketua Kwanas Gerakan Pramuka Indonesia Azrul Azwar didampingi Menpora Andi Malarangeng, Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Walikota Jaksel, Anas Effendi saat menerima kunjungan Ketua Kehormatan Wolrd Scout Poundation Raja Swedia Carl XVI Gustaf, bulan Februari lalu.

Menurut Azrul, Indonesia yang memiliki 20 juta anggota pramuka adalah jumlah terbesar di organisasi pramuka dunia sedangkan penduduk Swedia saja 9 juta, dan bakal merekrut dua juta anggota untuk jadi “Messengers of Peace” (Duta Perdamaian) akan dilatih serta akan mengundang seluruh dunia.

Raja Swedia Carl XVI Gustaf, sangat terkesan dengan inisiatif Pramuka Indonesia dalam membangun komunitas karena program Pramuka dunia hanya ada dua yaitu Jambore dan Raimuna. Bahkan, selaku Ketua Kehormatan Word Scout Poundation, kegiatan pramuka dunia juga akan ditambah hasil kunjungan di Indonesia yaitu Komunity Development Camp untuk melihat dimana letak kekuatan gerakan pramuka dalam pengabdian di masyarakat.

Dalam kesempatan mengunjungi Pramuka Gugusdepan Sekolah Luar Biasa (SLB) A, Jl. Pertanian, Kel. Lebak Bulus, Jaksel, Raja Swedia juga berksempatan mmberikan bantuan senilai 500.000 dollar AS untuk mendukung gerakan pramuka di Indonesia.

Sumber pramukanewss.blogspot.com

Rabu, 27 Februari 2013

Penyebutan yang Salah Kaprah dalam Pramuka


Dalam lingkungan Gerakan Pramuka, banyak mengenal beberapa istilah atau singkatan singkatan yang kadangkala orang keliru dalam bahasan kata atau peyebutannya. Hal ini menjadi yang biasa karena kebiasaan yang dilafalkan dan “dianggapkan” dalam kehidupan sehari hari . Demikian pula dianggap memiliki kedekatan (dihubung-hubungkan) maknanya, yang belum tentu benar sesuai arti yang sesungguhnya. Misalnya saja seperti di bawah ini.

1. Di Lingkungan gugusdepan, seseorang yang setiap kali memberikan latihan kepramukaan berarti orang tersebut melatih pramuka. Karena melatih, maka dengan gampang saja mereka itu dikatakan Pelatih. Hal ini biasa terjadi karena orang tersebut dianggap sering melatih peserta didik. Padahal yang disebut dengan Pelatih dalam gerakan pramuka adalah anggota pramuka dewasa yang telah menyelesaikan pendidikan minimal Kursus Pelatih Dasar (KPD).

2. Di lingkungan Penegak Pandega kita mengenal yang namanya Dewan Kerja Penegak dan Pandega. Ditingkat Nasional disebut dengan Dewan Kerja Nasional ( DKN ), kemudian Dewan Kerja Daerah ( DKD ), Dewan Kerja Cabang (DKC ) dan Dewan Kerja Ranting ( DKR ), namun masih sering orang menyebut satuan ambalan dengan sebutan Dewan Kerja Ambalan (seolah disingkat DKA), yang benar adalah Dewan Ambalan saja tanpa kata “Kerja”.

3. Di Lingkungan Gerakan Pramuka , dilihat dari sistem komunikasi dan hubungan pembina dengan peserta didik adalah “kakak dan adik”, ternyata untuk sebutan ini tidak berlaku untuk golongan pramuka siaga, buktinya Yahnda dan Bunda memanggil mereka dengan sebutan “anak-anak siaga” dan bukan “adik-adik siaga”

4. Di Satuan Ambalan kita menyebut pemimpin ambalan dengan nama jabatannya yaitu Pradana, adakalanya untuk memudahkan panggilan dan membedakan antara pemimpin ambalan putra dan pemimpin ambalan putri , mereka menyebut dengan panggilan Pradana untuk putra sedangkan Ambalan putri dipanggil dengan nama Pradani. Sebenarnya Pemimpin ambalan tetap disebut pradana, yang membedakan hanyalah yang satu dipimpin putra dan yang satunya dipimpin putri.

Tentunya masih banyak istilah atau singkatan yang salah sebut, dan ada baiknya segera diluruskan agar tidak menjadi semakin “salah kaprah”. Masihkah ada lagi ?

Disalin sepenuhnya dari pramukanewss.blogspot.com

Senin, 25 Februari 2013

Masih Adakah Keberadaan Pramuka di Kalangan Remaja?

JAKARTA -- Praja Muda Karana atau yang lebih akrab kita kenal dengan Pramuka adalah salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang kepanduan dengan konsep alam bebas. Selama ini yang kita lihat Pramuka masih ada dan keberadaannya masih eksis di sekolah.

Di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kegiatan pramuka menjadi salah satu ekstrakurikuler, anggotanya pun masih banyak. Namun sayangnya, keberadaan Pramuka di Sekolah Menengah Atas (SMA) nampaknya mulai meredup dan sedikit sekali anggotanya.

Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal yang mendidik anggotanya untuk mandiri dan mempunyai sikap kepemimpinan yang baik. Orang yang mengikuti gerakan ini disebut dengan Pramuka. Pramuka sendiri dibagi menjadi empat  golongan yang dibagi berdasarkan usia anggotanya. Pramuka Siaga usia 7-10 tahun, Pramuka Penggalang usia 11-15 tahun, Pramuka Penegak 16-20 tahun dan Pramuka Pandega usia 21-25 tahun.

Metode pengajaran yang diajarkan di Pramuka menggunakan konsep alam bebas dan petualangan, dimana anggotanya langsung bergaul dengan alam dan masyarakat sekitar. Konsep dasa darma dan tri satya menjadi pegangan mereka dan harus mencerminkan kedua hal tersebut. Jiwa kepemimpinan terus ditanamkan dalam jiwa anggota Pramuka, kekompakkan dan keceriaan menjadi salah satu hal yang paling terciri pada kegiatan tersebut.

Di kalangan remaja, keberadaan Pramuka seringkali menjadi bahan tertawaan. Banyak anak muda enggan mengikuti gerakan Pramuka. Mereka beranggapan, ikut kegiatan pramuka, kuno dan jadul (istilah zaman sekarang). Padahal dari segi kegiatan, Pramuka sejalan dengan zaman. Pramuka juga merupakan satu-satunya organisasi yang diakui negara dan mempunyai undang-undang.

Merita Zulfa Kurniasari ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Jakarta Barat mengatakan kegiatan pramuka merupakan wadah untuk belajar tentang banyak hal dan memperoleh banyak teman. Ia menambahkan anak muda sekarang tak tertarik terhadap Pramuka karena banyak yang tahu soal pramuka. “ Anggota Pramuka kita itu paling banyak di dunia ini berdasarkan pernyataan pada jambore dunia 2011 lalu di Swedia “ ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh Fajar Hayu Atmaja ketua Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka Kecamatan Kalideres Jakarta Barat sekaligus mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. “Arti Pramuka adalah masalah hati, karena Dasa Darma itu menggunakan hati untuk bisa memahaminya “ kata Fajar. Ia berpendapat sedikitnya pemuda yang ikut dalam Pramuka adalah masalah nasionallisme yang sudah turun di mata pemuda , mereka mamaknai nasionalisme hanya dengan pikiran bukan dengan hati karena itu semua berbeda jika kita memahaminya dengan pikiran yang timbul adalah politik.

Penulis: Ronni (Mahasiswa jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012), artikel kami salin dari pramukanewss.blogspot.com

Sabtu, 23 Februari 2013

Mendidik Anggota Pramuka Jadi Generasi Berbakti

BANDUNG, - Penutupan Perkemahan Wirakarya sekaligus Peringatan HUT ke-45 Ksatria Usadhatama diselenggarakan di Taman Pramuka Jalan R.E. Martadinata 157, Bandung, Minggu (29/4).

Kegiatan Perkemahan Wirakarya diselenggarakan dari 9 Maret-29 April 2012 setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu dengan diikuti 638 peserta golongan pramuka penegak dari 638 peserta dari SMA, SMK dan MA Se-Kota Bandung .

Menurut Ari Aryanto, Ketua Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung tujuan kegiatan yang diselenggarakan setiap dua tahun tahun sekali itu bertujuan tujuan untuk melakun bakti kepada masyarakat. "Tapi untuk kegiatan sekarang bakti kepada masyarakatnya sudah mulai menurun karena itu disentuh dengan bakti Wirakarya," katanya.

Lebih lanjut Ari menjelaskan dalam kegiatan perkemahan Wirakarya dilakukan penamaan terhadap 300 pohon di sekitar Taman Pramuka. Kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan sampah organik yang bisa dijadikan pupuk kompos dan pengadaan tempat sampah. Terakhir, pemberian wakaf berupa mukena untuk masjid.

Kegiatan ini juga ditambahkan Ari mengarah pada pembinaan guna mendidik dan membina kaum muda Indonesia. Selain untuk mengembangkan keimanan dan ketakwaan diharapkan mampu membentuk manusia yang berwatak dan berpribadi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswandi menuturkan kegiatan ini menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk mendidik dan membangun mentalitas anak muda menjadi lebih kuat. "Pramuka memberikan kontribusinya untuk mempersiapkan kader pempimpin yang selain visioner tetapi juga berani dan memiliki kecerdasan sosial yang kuat," katanya.

Disalin sepenuhnya dari pramukanewss.blogspot.com

Kamis, 21 Februari 2013

Wing Mahir / Bakti Saka Bhayangkra


Pada umumnya tidak jauh beda dengan tanda kemahiran yang dipakai oleh badan-badan militer nasional seperti TNI, POLRI, dan sebagainya. Karena sebagian besar atribut, tanda jabatan, dan berbagai aksesoris yang dipasang pada baju Pramuka tercinta ini mengilhami pemakaian pada organisasi-organisasi militer nasional. Sama halnya dengan Wings Saka Bhayangkara yang sejatinya mengilhami wings-wings yang ada pada badan-badan militer tersebut seperti wings komando, wings heli, wings bomber, dan sebagainya.
Meskipun jika ditinjau lebih jauh lagi masih ada beberapa hal yang janggal mengenai kejelasan tanda kemahiran ini (belum ada PP yang jelas mengenai syarat penempuhan), namun tidak ada salahnya wings ini dijadikan sebagai sebuah tanda penghargaan kepada mereka yang berhak mendapatkannya. Setidaknya mampu digunakan sebagai penggugah semangat agar para insan Pramuka lebih cinta terhadap Saka Bhayangkara.

Syarat penempuhannya pun kita sesuaikan dengan dasar yang kita pakai sebagai latar belakang yang mengilhami munculnya tanda kemahiran ini. Seperti layaknya wings-wings TNI/ POLRI, syarat bagi individu yang hendak menyematkan tanda kemahiran ialah individu tersebut harus benar-benar mahir sesuai dengan wings yang ia capai. Wings heli disematkan kepada mereka yang mahir pada pesawat heli, wings bomber disematkan kepada mereka yang ahli di bidang pengeboman, dan seterusnya. Jadi wings Saka Bhayangkara pun berhak disematkan kepada mereka yang mahir di bidang kebhayangkaraan.

Sejauh ini hanya ada beberapa wings dari organisasi-organisasi non militer yang diakui dan sudah memiliki pedoman penyelenggaraan yang jelas. Beberapa tanda kemahirannya berbentuk brevet (seperti wings namun tidak memakai sayap sebagai lambang). Contoh: wings survival, wings SAR, brevet diver, dan sebagainya.

Bila ingin memesan atau membeli Wing Saka Bhayangkara, klik saja disini.

Sumber : pramukanews.blogspot.com alatpramuka.blogspot.com dan bakti-husada.blogspot.com

Minggu, 17 Februari 2013

Foto Pramuka Berpartisipasi dalam Rekor INDONESIA MENGOPER BOLA

Anggota Pramuka, terutama di Kwarda Jawa Barat ikut berpartisipasi dalam pemesacahan rekor "Indonesia Mengoper Bola" yang di adakan di Taman Tegallega, Bandung (24/6) yang dimotori oleh Dua Kelinci dan Radio Dahlia (Radio swasta setempat).

Ini adalah beberapa photo yang kami dapat dalam acara tersebut. photo yang kami dapat agak suram atau tidak begitu jelas, ini dikarenakan photo yang kami dapat adalah hasil photo dari perangkat HP yang digunakan oleh beberapa peserta.

Rekor yang Terpecah



Photo Bersama






Jalan-jalan


Makan Bersama

Hiburan

Lain-lain



sumber : pramukanewss.blogspot.com
Bantu kami dengan cara nge-klik sponsor/iklan yang ada di blog kami. Terima kasih.

Pramuka Berpartisipasi dalam Rekor INDONESIA MENGOPER BOLA

Bandung - Rekor dunia 'Indonesia Mengoper Bola 2012' berhasil dipecahkan 1.300 anak-anak yang tergabung dalam Gerakan Pramuka dan Sekolah Sepak Bola, Minggu (24/6/2012) di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menuturkan, kegiatan tersebut ialah cerminan dari semangat anak-anak Indonesia dalam mengolah si kulit bundar.

Menurut dia, kegiatan ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang diberi nama "Indonesia Menggiring Bola".

"Kalau tahun lalu itu kan konsepnya menurut saya kurang jelas yakni hanya menggiring begitu saja. Tapi untuk tahun ini atau sekarang konsepnya jelas dan terkonsep," kata Dede Yusuf.

Selain memecahkan rekor dunia, acara tersebut juga akan mencoba memecahkan rekor nasional dalam kategori sama yang sebelumnya dipegang oleh Kota Semarang dengan jumlah peserta mencapai sekitar 800 orang.

Wagub berharapkan dengan adanya kegiatan tersebut dapat membangkitkan semangat untuk bermain sepakbola bagi anak-anak sejak dini.

"Jadi dari sini yang bagus akan dibina. Kita lihat mana yang baik. Dan bila ada yang ingin merekrut silakan," ujarnya.

Bersumber dari pramukanewss.blogspot.com

Bantu kami dengan cara nge-klik sponsor/iklan yang ada di blog kami. Terima kasih.